ASOSIASI PENGUSAHA PENGADAAN BARANG DAN JASA INDONESIA
 


KALENDER KERJA

 

SEJARAH ASPANJI

Terlebih dahulu perlu kami informasikan, sejarah berdirinya ASPANJI berawal pada saat krisis moneter pada tahun 1997-1998 yang mana mengakibatkan kondisi perekonomian di Indonesia saat itu menjadi carut-marut, tidak ada kepastian dalam berusaha. Dalam masa krisis yang berkepanjangan, para pengusaha pengadaan barang dan jasa berkumpul, bersatu dan mencari solusi atas permasalahan ekonomi yang terjadi.

Pembangunan Ekonomi Nasional menjadi prioritas guna memacu percepatan pemerataan ekonomi masyarakat diatas landasan perwujudan tatanan perekonomian yang sehat, kuat dan dinamis. Dalam rangka terciptanya kekuatan sumberdaya yang tangguh dan mandiri, perlu mendapatkan pembinaan dan perlindungan, sehingga seluruh potensi pengusaha pengadaan barang dan jasa dapat berkembang dalam suasana yang sehat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong serta profesional. Oleh karena itu kekuatan ekonomi nasional yang memiliki nilai strategis, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendorong pertumbuhan produksi, distribusi dan terciptanya lapangan kerja.

Dengan tekad dan perjuangan keras, secara bersama-sama dan bersinergi, baik pengusaha kecil, menengah, besar maupun koperasi, berusaha bangkit kembali dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, dan bersama-sama menempa diri dalam mewujudkan Pengusaha yang Profesional, agar dapat terus berperan serta dalam pembangunan perekonomian Nasional.

Atas dasar kondisi tersebut, maka di Jakarta pada tanggal 28 September 1999, telah dideklarasikan berdirinya organisasi yang bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa, yang disebut Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang Dan Jasa Indonesia (ASPANJI). Dengan Akta Notaris No. 72 pada tanggal 30 April 2003

Pada tahun 2005 ASPANJI memiliki Kartu Tanda Anggota Luar Biasa (KTA-LB) dari Kadin Indonesia, dan sesuai kewenangan Kadin Indonesia, pada tahun 2006 ASPANJI mendapat Akreditasi dari Kadin Indonesia, sesuai Surat Keputusan Dewan Pengurus Kadin Indonesia Nomor : Skep/066/ DP/VI/2006 tanggal 22 Juni 2006 tentang Akreditasi DPP ASPANJI sebagai PENERBIT SERTIFIKAT KOMPETENSI & KUALIFIKASI PERUSAHAAN. Dengan wilayah sertifikasi sebanyak 8 (delapan) wilayah : DKI Jakarta, Lampung, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah dan Maluku. Dengan Bidang/Subbidang Pekerjaan Kompetensi Badan Sertifikasi ASPANJI yang diberikan oleh Kadin Indonesia sebanyak 3 Bidang, dan 28 Sub-bidang, dengan Nomor Akreditasi : 03-006-080606.

Atas dasar kajian yang mendalam oleh Tim Verifikasi Akreditasi Kadin Indonesia terhadap proses sertifikasi ASPANJI sejak tahun 2006 s/d 2009, maka Kadin Indonesia menerbitkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Kadin Indonesia Nomor : Skep/018/DP/III/2009 tentang PENETAPAN SUBBIDANG BADAN SERTIFIKASI ASOSIASI ASPANJI, tanggal 23 Maret 2009. Dengan Bidang/Subbidang Pekerjaan Kompetensi Badan Sertifikasi ASPANJI sebanyak 7 Bidang dan 56 Subbidang.

Pada tahun 2010, Kadin Indonesia menerbitkan surat Nomor : 654/SKI/IV/2010 tanggal April 2010, wilayah sertifikasi BSAN ASPANJI ditambah dengan wilayah Banten, Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara, sehingga saat ini wilayah Sertifikasi BSAN ASPANJI menjadi 11 wilayah, sebagai berikut :
1. DKI Jakarta
2. Lampung
3. Bangka Belitung
4. Sumatera Utara
5. Sulawesi Selatan
6. Kalimantan Timur
7. Jawa Tengah
8. Maluku
9. Banten
10. Jawa Barat
11. Sulawesi Tenggara

ASPANJI telah terbentuk di 32 Provinsi di Seluruh Indonesia, saat ini ASPANJI sedang dalam proses pengajuan penambahan wilayah sertifikasi kepada Kadin Indonesia untuk wilayah-wilayah, sebagai berikut :
1. Nanggroe Aceh Darusallam
2. Sumatera Barat
3. Riau
4. Kepulauan Riau
5. Jambi
6. Bengkulu
7. Sumatera Selatan
8. Jawa Timur
9. Bali
10. Nusa Tenggara Barat
11. Nusa Tenggara Timur
12. Kalimantan Barat
13. Kalimantan Tengah
14. Kalimantan Selatan
15. Sulawesi Barat
16. Sulawesi Tengah
17. Sulawesi Utara
18. Gorontalo
19. Maluku Utara
20. Papua
21. Papua Barat

Khusus untuk wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini belum terbentuk Kepengurusan ASPANJI.

Dari 158 Asosiasi/Gabungan/Himpunan yang terdaftar sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) KADIN INDONESIA pada tahun 2011, yang sudah terakreditasi oleh KADIN INDONESIA sebanyak 15 Asosiasi, dimana salah satunya adalah Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang Dan Jasa Indonesia (ASPANJI).

Berdasarkan Hasil Keputusan Musyawarah Nasional (MUNAS) III ASPANJI di Jakarta pada tanggal 06 Oktober 2011, maka Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPANJI telah disempurnakan menjadi Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ASPANJI dan telah menghasilkan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ASPANJI Masa Bhakti 2011-2016.

Demikianlah sejarah singkat berdirinya ASPANJI pada tahun 1999 hingga saat ini, atas dukungan semua pihak yang telah turut serta membantu mengembangkan Organisasi ASPANJI, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi kita semua. Amin ....